Mengapa Anak Muda?

youth_silhouetteKisah tentang generasi muda tak henti-hentinya menjadi bahasan dan perbincangan hangat. Ibarat buku, bab generasi muda menjadi bab paling memikat. apa pasal? ya generasi muda terus di incar secara postur , usia dan masih panjang perjalan hidupnya, itulah yang menarik gejolak asa. di berbagai ranah kehidupan berbangsa dan bernegara, generasi muda makin memikat, lantaran tuntutan peranya bagi bangsa dan negara. Tentu tak berlebihan , oleh karna memang anak muda sebagai harapan bagi generasi mendatang yang akan menikmati peran bagi bangsa dan negara harapan dan tantangan tampaknya terus berusaha. Ada kebanggaan saat melihat keberhasilan generasi dalam berbagai prestasi. kini tampak banyak generasi muda yang punya kesadaran untuk berdedikasi di masyarakat lewat berbagai bentuk, baik perorangan maupun secara organisasi.

dulu kita bangga dengan tampilnya tokoh-tokoh muda zaman pergerakan seperti SOEKARNO, HATTA, AGUS SALIM, SYARIR, WAHID HASYIM dan masih banyak lainnya. mereka inilah yang menjadi ” energi” kemerdekan bangsa sekaligus pembangunan format bangsa yang berkarakter dan berkepribadian. Tetapi juga ada kemirisan ketika anak muda berada dalam jalan penuh tikungan. Nah, tiba-tiba kini, kita pernah tersentak satu contoh saja saat membaca kisah M. Syarif, anak muda yang dengan kapalnya melakukan bom bunuhdiri di mapolsek cirebon di saat jamaah tengah melakukan shalat jum’at. kok bisa-bisanya, ternyata ini akibat tersihir sebuah kelompok radikal.Ada lagi, anak-anak muda yang terdoktrin untuk tidak mau menghormati bendera merah putih, karna meyakini bisa membawa kesyirikan. ini jelas fakta yang mencemaskan, karna bisa menjadi “benih” radikalisme.

Teror bom yang diakukan anak muda pun kembali mematik pertanyaan, MENGAPA MENGAPA ANAK MUDA. Mengapa anakk muda itu terpikat untuk ikut-ikutan melakukan aksi teror? ya faktanya “pengantin-pengantin” yang dijadikan “tumbal” teroris yang melakukan aksi BOM bunuh dirinya banyak di mainkan oleh anak muda. cobalah kita simah fakta bahwa  SEKITAR 80% DARI 600 TERDUGA TERORIS TERTANGKAP adalah remaja berusia 18-30 tahun. Lagi- lagi data ini membuktikan bahwa anak muda menjadi sasaran perekrutan jihad istana untuk mencederai bangsa sendiri.

Para anak muda itu sebenarnya merupakan korban dari perekrutan dan indoktrinasi konsep jihad yang kebablasan atau salah kaprah. Anak muda yang sedang mencari identitas diri itu, terpikat oleh mentornya tidak dijelaskan makna jihad, syarat-syarat apa yang harus dipenuhi, dan kondisi apa pemerintah jihad itu dilaksanakan. Akhirnya, korbannya justru diri mereka sendiri dan orang lain yang tak berdosa.

aksi teror terus terjadi bahkan dengan langkah pastinya mereka mengkader anakarlton tahun -anak belia untuk tetap dalam lingkaran ideologi terorismenya. Caranya, kader yang ditargetkan para pelaku terorisme tersebut adalah upaya bisa menggaet para anak muda untuk dipengaruhi dan bisa melanjutkan ideologi amoralny.seperti kalau lagi kita melihat pada tragedi ledakan Bom di JW Marriot dan hotel Rits-Carlton tahun 2009,yang ternyata salah satu pelakunya adalah anak muda berusia 18 tahun yang baru saja lulus SMA. Jelas-jelas sudah banyak kelompok radikal tidak akan berhenti regenerasi.

ANAK MUDA DIPILIH KARNA MUDAH DI CUCI OTAKNYA, PARA SUHU RADIKALISME SELALU MEMASUKKAN PEMAHAMAN YANG SUHU RADIKALISME SELALU MEMASUKKAN PEMAHAMAN YANG SALAH KE OTAK ANAK-ANAK MUDA. INI AKAN MENJADI LEBIH MUDA KARNA IMING-IMING YANG DISAMPAIKAN BIASANYA MATI SYAHID, MASUK SURGA, DAN DITEMANI BIDADARI NAN CANTIK

 

KITA SELAKU MASYARAKAT YANG PROGRES KHUSUSNYA PEMUDA PENERUS BANGSA. COBALAH PIKIRKAN APA SEBELUM MELAKUKAN, KARNA TERKADANG APA YANG KITA PIKIRKN BAIK, BELUM TENTU MENGHASILKAN HAL YANG BAIK DAN BERMANFAAT PULA UNTUK BANYAK ORANG.